<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4870925964954925967</id><updated>2012-02-17T09:32:44.323+07:00</updated><title type='text'>INDONESIA - Kripto Simetrik BC2</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kriptobandung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4870925964954925967/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kriptobandung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sarwono Sutikno, Dr.Eng.,CISA,CISSP,CISM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545810681315832830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_EzuSijVmxFY/TS5Jd-ZuBmI/AAAAAAAAAJU/_0Adm-USWUg/S220/Sarwono%2BSutikno%2BCV.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4870925964954925967.post-4463766684408002057</id><published>2007-06-30T10:39:00.000+07:00</published><updated>2007-06-30T10:43:20.154+07:00</updated><title type='text'>Pemecahan algoritma vs pemecahan sistem kripto</title><content type='html'>Sistem kripto adalah sistem yang mengandung algoritma kriptografi dalam implementasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk pemecahan algoritma adalah :&lt;br /&gt;1. ciphertext only attack.&lt;br /&gt; Hanya algoritma yang sangat buruk yang dapat dipecahkan dengan cara ini. Dalam kasus ini, analis sandi (cracker)&lt;br /&gt; hanya mengetahui detil algoritma enkripsi ditambah sejumlah ciphertext dan berusaha mendapatkan plaintext atau&lt;br /&gt; kuncinya. Bila tanpa mengetahui algoritmanya pun, analis sandi masih dapat menemukan kunci atau plaintexnya, maka&lt;br /&gt; algoritma ini tentulah sangat lemah.&lt;br /&gt;2. known plaintext attack. Dalam kasus ini analis sandi mengetahui algoritma enkripsi, beserta sejumlah ciphertext&lt;br /&gt; yang diketahui plaintextnya yang digunakan target di masa lalu. Analis sandi bertugas mendapatkan kunci dan&lt;br /&gt; plaintext yang digunakan target di masa kini.&lt;br /&gt;3. chosen plaintext attack. Analis sandi mengetahui detil algoritma enkripsi yang digunakan target, mengetahui&lt;br /&gt; sejumlah ciphertext beserta pasangan plaintext yang digunakan target di masa lalu, serta dapat memilih plaintext&lt;br /&gt; yang diinginkan untuk dianalisis ciphertext dan algoritmanya. analisis ini dapat bermula dari pengetahuan&lt;br /&gt; analis sandi terhadap sejumlah besar ciphertext yang diketahui plaintextnya, dan kemudian memilih plaintext&lt;br /&gt; yang diinginkannya. Tugas analis sandi adalah mendapatkan kunci dan plaintext di masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Metode 2 dan 3 menjadi standar analisis sandi modern untuk memeriksa keamanan algoritma. Salah satu kriteria AES&lt;br /&gt; adalah bahwa AES harus tahan terhadap metode 2 dan 3 di atas. Dari metode 2 diturunkan berbagai macam analis&lt;br /&gt; sandi, diantaranya adalah analisis sandi linear. Sedangkan dari metode 3 terdapat analisis sandi diferensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk pemecahan sistem kripto (bukan pemecahan algoritma) adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Social engineering. Pada kasus ini, tidak diperlukan keahlian kriptologi. Yang penting,   pemecah sistem keamanan&lt;br /&gt; dapat melakukan semacam "tipuan" agar korban mau menyebutkan passwordnya atau memenuhi permintaan cracker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menebak password yang digunakan. Penebakan ini dapat dilakukan secara manual dengan menerka password yang&lt;br /&gt; digunakan korban, misalkan menebak passwordnya sama dengan user account-nya. Penebakan juga dapat dilakukan&lt;br /&gt; dengan software yang dapat diperoleh secara gratis dari internet. Dengan cara ini, penerkaan password dapat&lt;br /&gt; dilakukan dengan cepat. Penerkaan semacam ini juga dapat dilakukan oleh bukan ahli kriptologi. Yang penting&lt;br /&gt; cracker ini mau bersabar menunggu dan mencari tool software cracker dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencari kelemahan implementasi. Misalkan password sebuah aplikasi disimpan dalam file tertentu. Cracker bertugas&lt;br /&gt; mencari letak password tersebut. Contoh lain misalkan Kunci efektif WEP (pengaman WiFi versi awal) ternyata bukan&lt;br /&gt; 128 bit, akan tetapi&lt;br /&gt; 104 bit. Itupun dalam beberapa aplikasi, yang efektif hanyalah 24 bit karena penggunaan IV (Initialization Vector)&lt;br /&gt; sebesar 24 bit. Untuk dapat menemukan kelemahan ini memang bukan hal yang mudah. Akan tetapi kita dapat&lt;br /&gt; menggunakan tool software dari internet untuk membobol sistem WEP tersebut dengan cara yang relatif mudah, tanpa&lt;br /&gt; harus susah-susah mencari kelemahan implementasinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Side channel attack. Di sini, Analis sandi berusaha memanfaatkan informasi yang terkait dengan implementasi&lt;br /&gt; kriptografi&lt;br /&gt; dan menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan kunci. Sebagai contoh, analis sandi berusaha mencari&lt;br /&gt; hubungan antara operasi yang terdapat di dalam smart card dengan daya yang digunakan smart card tersebut ketika&lt;br /&gt; menjalankan sebuah algoritma kriptografi. Dari pengukuran daya diharapkan analis sandi dapat menemukan kunci&lt;br /&gt; yang digunakan di dalam smart card. Metode ini dikenal dengan nama simple (differential) power analysis.&lt;br /&gt; Termasuk side channel attack adalah timing attack. Sebagai contoh, cracker mengukur waktu operasi di dalam SSL&lt;br /&gt; dan berusaha mendapatkan kunci RSAnya. Perlu diingat bahwa dalam operasi RSA, semakin banyak jumlah bit "0" pada&lt;br /&gt; kunci  maka    lama operasinya tidak akan sama dengan kunci yang menggunakan lebih banyak bit "1".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Catatan :&lt;br /&gt;1. Kemampuan kriptografi terbatas. Kriptografi tidak bisa mencari virus dan menghilangkannya, untuk ini perlu&lt;br /&gt; antivirus. Kriptografi juga tidak dapat memblok cracker yang mencoba menyusup ke dalam komputer kita, untuk ini&lt;br /&gt; diperlukan firewall. Meskipun, kriptografi mungkin  digunakan di dalam antivirus ataupun firewall, kriptografi ini&lt;br /&gt; bukan untuk memfilter data dan juga tetap bukan untuk menghilangkan virus secara langsung.&lt;br /&gt;2. Bila yang termasuk pemecahan sistem kripto di atas juga dianggap sebagai pemecahan algoritma, maka semua algoritma&lt;br /&gt; kriptografi tidak akan digunakan lagi. Sebab, semua sistem yang dipecahkan, selalu berisi berbagai algoritma&lt;br /&gt; kriptografi terbaik di dunia semacam RSA, DH, Bowfish, DES, dan AES.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4870925964954925967-4463766684408002057?l=kriptobandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kriptobandung.blogspot.com/feeds/4463766684408002057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4870925964954925967&amp;postID=4463766684408002057' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4870925964954925967/posts/default/4463766684408002057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4870925964954925967/posts/default/4463766684408002057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kriptobandung.blogspot.com/2007/06/pemecahan-algoritma-vs-pemecahan-sistem.html' title='Pemecahan algoritma vs pemecahan sistem kripto'/><author><name>ysfk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15648451933212892836</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4870925964954925967.post-4046060328583081727</id><published>2007-04-17T09:59:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T10:00:05.329+07:00</updated><title type='text'>pengantar kriptologi</title><content type='html'>&lt;div class="post-content"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kriptologi&lt;/strong&gt; adalah gabungan dari ilmu &lt;strong&gt;kriptografi&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;analisis sandi&lt;/strong&gt;.  Kriptografi merupakan teknik untuk mengamankan data dari sisi kerahasiaan (confidentiality), keabsahan pengirim/penerima(authentication), keaslian data(integrity) dan pertanggungjawaban telah mengirim/menerima(nonrepudiation). Analisis sandi (cryptanalysis, attack) adalah teknik untuk memecahkan algoritma kriptografi.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;Algoritma Kriptografi dapat dikategorikan ke dalam algoritma kunci simetri, kunci asimetri dan fungsi hash. Termasuk algoritma kunci simetri adalah block cipher dan stream cipher. &lt;strong&gt;Block cipher&lt;/strong&gt; adalah algoritma &lt;strong&gt;enkripsi&lt;/strong&gt; yang memiliki masukan/keluaran sebanyak 1 blok. Setiap  blok pada umumnya terdiri atas 64 bit atau 128 bit. Algoritma enkripsi berfungsi untuk menjaga confidentiality (kerahasiaan) data.  &lt;strong&gt;Stream cipher&lt;/strong&gt; adalah algoritma enkripsi yang memiliki masukan/keluaran 1 bit atau 1 karakter.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;Pesan yang menjadi masukan algoritma enkripsi biasanya dapat dibaca, dilihat dan dapat dipahami. Pesan ini disebut &lt;strong&gt;plaintext&lt;/strong&gt;.  Keluaran algoritma enkripsi disebut sebagai &lt;strong&gt;ciphertext&lt;/strong&gt;. Ciphertext selalu sulit dibaca atau tidak dapat dipahami sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;Untuk merancang block cipher perlu diperhatikan hal-hal berikut:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;kecepatan vs keamanan : Semakin cepat biasanya semakin tidak aman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;efisiensi implementasi pada berbagai software dan hardware. Efisiensi pada suatu platform terkadang menimbulkan ketidakefisienan pada platform lain. Sebagai contoh, DES memiliki kecepatan yang tinggi pada hardware akan tetapi memiliki kecepatan yang lambat pada software akibat banyaknya penggunaan permutasi bit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesederhanaan. Semakin rumit algoritma, semakin sulit pula pembuktian keamanannya. Yang ideal tentu saja membuat algoritma yang nampaknya sangat rumit bagi orang lain, namun sangat mudah bagi kita membuktikan keamanannya. Kemungkinan terburuk adalah sedemikian rumitnya bagi kita sehingga kita tidak dapat membuktikan keamanannya, akan tetapi sangat mudah bagi lawan untuk memecahkannya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Perlukah algoritma enkripsi kita dipublikasikan?&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kadangkala, algoritma yang kita sembunyikan dalam file exe ataupun dalam perangkat keras dapat di-&lt;em&gt;reverse-engineering &lt;/em&gt;sehingga dapat dibaca orang lain. Dalam kasus ini, merahasiakan algoritma menjadi sesuatu yang sia-sia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih mudah hanya menjaga kerahasiaan kunci (password) daripada harus menjaga kerahasiaan algoritmanya pula. Lebih mudah menjaga sedikit rahasia daripada banyak rahasia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Algoritma yang dipublikasikan dapat menerima banyak kritik dari para ahli untuk perbaikannya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Jika kita telah menguasai teknik desain algoritma kelas dunia dengan baik, maka dengan menjaga kerahasiaan algoritma, &lt;strong&gt;mungkin&lt;/strong&gt; semakin aman algoritma kita. Akan tetapi merahasiakan algoritma sekali lagi bukanlah tugas yang ringan. Untuk merahasiakan algoritma kita, kita harus mengimplementasikannya dalam hardware yang akan rusak begitu ada usaha untuk melakukan &lt;em&gt;reverse engineering&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kita membeli perangkat buatan asing yang mudah kita isi implementasi algoritma kita, maka tidak ada jaminan bahwa perangkat yang kita beli tersebut tidak akan mengirimkan password (key)  yang kita simpan didalamnya kepada pembuat perangkat tersebut, misalnya dengan teknologi semacam RFID.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Terdapat beberapa jenis keamanan yang harus diperhatikan :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keamanan algoritma&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keamanan implementasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keamanan fisik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keamanan organisasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Keamanan algoritma adalah cara memecahkan algoritma kriptografi tanpa memperhatikan lingkungannya. Teknik pemeriksaannya disebut sebagai analisis sandi. Ilmu ini belum banyak diminati di negeri kita, sementara itu di berbagai universitas di luar negeri dan berbagai lembaga penelitian lainnya, ilmu ini sangat diperhatikan. Sehingga kita merasa cukup mengatakan suatu algoritma dikatakan aman apabila para pakar asing mengatakannya demikian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keamanan implementasi adalah keamanan implementasi dari algoritma kriptografi. Kadangkala kita mengira sudah dapat meng-crack algoritma kriptografi, padahal yang kita lakukan adalah meng-crack implementasinya. Misalkan dengan tool software yang dapat kita peroleh dari internet kita dapat memperoleh password Windows orang lain. Ini bukan meng-crack algoritma, akan tetapi meng-crack implementasinya. Contoh lain adalah menerobos password pengaman WiFi versi WEP.  Meng-crack implementasi seringkali lebih mudah daripada meng-crack algoritma kriptografinya.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4870925964954925967-4046060328583081727?l=kriptobandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kriptobandung.blogspot.com/feeds/4046060328583081727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4870925964954925967&amp;postID=4046060328583081727' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4870925964954925967/posts/default/4046060328583081727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4870925964954925967/posts/default/4046060328583081727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kriptobandung.blogspot.com/2007/04/pengantar-kriptologi_16.html' title='pengantar kriptologi'/><author><name>Sarwono Sutikno, Dr.Eng.,CISA,CISSP,CISM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545810681315832830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_EzuSijVmxFY/TS5Jd-ZuBmI/AAAAAAAAAJU/_0Adm-USWUg/S220/Sarwono%2BSutikno%2BCV.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4870925964954925967.post-2772153676444944064</id><published>2007-04-17T09:35:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T09:39:44.027+07:00</updated><title type='text'>First Indonesian Block Cipher Algorithm BC2</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Welcome to First INDONESIA - Block Cipher Algorithm BC2. This Block Cipher is one of PhD programme result of Yusuf Kurniawan at School of Electrical Engineering and Informatics INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG. Dr. Yusuf Kurniawan got his Doctor of Engineering with cum-laude at March 2007. The description of BC2 as part of his dissertation can be access at the following link.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;The C model and its Know Answer Test will be upload soon.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Dr.Ir. Yusuf Kurniawan &lt;span class="lk"&gt;&lt;ysfk2002_di_yahoo.com&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarwono Sutikno, Dr.Eng., CISA &lt;ssarwono_di_ieee.org&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4870925964954925967-2772153676444944064?l=kriptobandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kriptobandung.blogspot.com/feeds/2772153676444944064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4870925964954925967&amp;postID=2772153676444944064' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4870925964954925967/posts/default/2772153676444944064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4870925964954925967/posts/default/2772153676444944064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kriptobandung.blogspot.com/2007/04/first-indonesian-block-cipher-algorithm.html' title='First Indonesian Block Cipher Algorithm BC2'/><author><name>Sarwono Sutikno, Dr.Eng.,CISA,CISSP,CISM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11545810681315832830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_EzuSijVmxFY/TS5Jd-ZuBmI/AAAAAAAAAJU/_0Adm-USWUg/S220/Sarwono%2BSutikno%2BCV.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
